
Primary 6 – BMC 2025: Identifikasi Masalah dan Desain Solusi
Setelah siswa P6 selesai mengeksplorasi Panti Wredha Aisyiah, Panti Asuhan Hati Tulus, dan Panti Asuhan Gunungan, mereka melanjutkan fase berikutnya, yaitu mengidentifikasi masalah di panti dan merancang solusi yang tepat dari masalah tersebut. Pada fase ini, siswa P6 menggunakan data yang sudah mereka dapatkan pada fase sebelumnya, Realistic Stage, untuk menentukan fokus utama masalah yang akan mereka selesaikan di panti asuhan atau panti wredha tujuan. Challenge Card diberikan kepada setiap kelompok untuk mengarahkan siswa menuju fase selanjutnya, yaitu Designing the Solution.
Proses dimulai dengan membuka kembali data dan catatan observasi dari kunjungan sebelumnya. Siswa saling berbagi temuan, mendiskusikan kondisi masing-masing panti, serta meninjau ulang galeri foto dan informasi yang ditampilkan di Display Board kelas. Semua ini membantu mereka menentukan masalah mana yang paling mendesak dan relevan untuk ditangani. Melalui diskusi kelompok, siswa menemukan pola kebutuhan yang muncul di sebagian besar panti, seperti kekurangan kebutuhan pokok dan keterbatasan fasilitas pendukung bagi para penghuni. Dari sana, mereka menentukan panti yang akan mereka bantu, alasan pemilihannya, serta dua masalah utama yang menjadi prioritas untuk diselesaikan.
Setelah masalah utama ditetapkan, guru membagikan Challenge Card untuk membantu kelompok berpikir lebih sistematis dan fleksibel, termasuk mempertimbangkan prinsip keadilan. Di tahap ini, siswa belajar bahwa adil tidak selalu berarti memberikan jumlah yang sama, tetapi memberi sesuai kebutuhan dan kondisi setiap panti. Siswa kemudian merancang solusi yang praktis dan relevan, sekaligus mengoptimalkan penggunaan anggaran yang telah ditentukan. Karena masalah di tiap panti berbeda, alokasi anggaran pun tidak selalu sama, melainkan disesuaikan dengan prioritas penyelesaian masalah.
Proses ini tidak hanya mengasah kemampuan mereka dalam menerapkan konsep matematika, tetapi juga menumbuhkan empati terhadap persoalan sosial yang nyata. Mereka belajar menggunakan data sebagai dasar analisis, menentukan fokus masalah, dan mengembangkan strategi penyelesaian yang efektif. Melalui rangkaian kegiatan ini, siswa Primary 6 diharapkan semakin terampil memecahkan masalah secara kreatif, lebih terbuka terhadap berbagai kemungkinan solusi, serta lebih percaya diri dalam mengambil keputusan. Mereka juga belajar bahwa keputusan yang baik dapat membawa dampak positif bagi orang lain – sebuah pelajaran penting yang memperkaya proses belajar mereka.



