
Primary 5 – Orientation Day 2: Belajar Sambil Bermain
Pada hari kedua Orientasi, siswa-siswi P5 mengikuti rangkaian kegiatan Orientasi. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kembali rutin dan kemampuan sosialisasi siswa agar mampu mengikuti kegiatan belajar di sekolah dengan baik dan mengembalikan semangat belajar mereka.
Kegiatan Orientasi dimulai dengan senam irama yang diikuti oleh siswa dan guru P5. Dalam kegiatan ini, mereka diminta untuk membuat lingkaran. Kemudian, guru meminta salah satu siswa untuk membuat gerakan senam sederhana secara bergantian berdasarkan lagu yang diputar. Lalu, siswa lain mengikuti gerakan tersebut. Selama kegiatan berlangsung siswa-siswi P5 berusaha membuat gerakan yang cocok dan mudah diikuti oleh siswa yang lain. Dalam senam irama ini mereka tidak hanya belajar untuk percaya diri namun juga kreatif. Kegiatan selanjutnya adalah ‘Find Your Mantra’, mereka diminta untuk mencari kata-kata positif yang membantu menstimulasi potensi hal-hal baik yang mereka miliki dan membantu siswa untuk bersikap positif.
Di hari yang sama, siswa-siswi P5 pun mengikuti Natal and Happy New Year Assembly. Di kegiatan tersebut, dijelaskan tentang nilai yang terkandung dalam perayaan dan tradisi Natal. Kegiatan tersebut ditutup dengan mengucapkan salam pada siswa-siswi beragama Kristen dan Katolik yang membangun rasa toleransi dan saling menghargai antar umat beragama. Siswa-siswi P5 juga mengikuti kegiatan orientasi lainnya, seperti kuis sambung kata, mereview materi pelajaran yang sudah dipelajari dan membuat kipas tradisional. Dalam permainan sambung kata, mereka diajak mengasah ingatan kosakatanya yang erat dengan keseharian mereka. Selain mengasah ingatan, kemampuan motorik mereka juga dilatih melalui kegiatan membuat kipas tradisional. Kegiatan orientasi ditutup dengan mereview materi pelajaran yang sudah dipelajari. Siswa-siswi P5 diajak untuk mengingat kembali materi yang sudah dipelajari, kemudian mempersentasikannya di depan kelas.
Rangkaian kegiatan orientasi selama dua hari ini, tidak hanya mengasah kepercayaan diri, motivasi dan kemandirian siswa. Namun, rasa saling bekerja sama, toleransi dan sosialisasi pun juga dilatih kembali. Kegiatan orientasi ini penting untuk dilakukan guna membantu mengembalikan rutinitas dan semangat belajar siswa sehingga mereka mampu mengikuti kegiatan pembelajaran di Semester kedua.
Pengalaman selama masa orientasi ini juga dapat menambah nilai dan potensi siswa, seperti toleransi, bekerja sama, kemandirian dan kemampuan bersosialisasi yang di sekolah. Ke depannya, mereka dapat membangun nilai dan potensi terbaik masing-masing di dalam maupun di luar sekolah.




