
Primary 5 – Bahasa Indonesia: Belajar Bersama Konten Kreator
Dalam pelajaran Bahasa Indonesia kali ini, siswa-siswi Primary 5 berkesempatan bertemu dengan Gerry Prayudi, seorang konten kreator sekaligus filantropi dan pendiri Yayasan Kita Peduli. Kegiatan ini dirancang untuk melatih siswa mempraktikkan wawancara yang baik dan merangkum informasi menjadi teks prosedur yang runtut.
Kegiatan dimulai dengan sesi pengenalan, di mana Kak Gerry menjelaskan berbagai hal tentang kegiatannya sebagai konten kreator. Penjelasan tersebut mencakup proses pembuatan konten, tantangan yang dihadapi, hingga cara memanfaatkan konten untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat. Setelah itu, siswa secara bergantian mengajukan pertanyaan yang telah mereka susun sebelumnya.
Pertanyaan yang diajukan siswa menunjukkan pemahaman mendalam terhadap materi yang dibahas. Mereka menggunakan prinsip ADIKSIMBA (Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Mengapa, dan Bagaimana) untuk menyusun pertanyaan yang relevan dan runtut. Beberapa topik menarik yang dibahas meliputi tantangan dalam membuat konten, tanggapan warganet terhadap konten yang diunggah, hingga strategi yang digunakan saat sebuah konten tidak viral. Melalui aktivitas ini, siswa belajar tidak hanya teknik wawancara tetapi juga cara berpikir kritis untuk menggali informasi yang mendalam dan bermakna.
Setelah sesi wawancara, siswa bekerja secara berkelompok untuk merangkum hasil wawancara menjadi sebuah teks prosedur mengenai cara membuat konten. Mereka menyusun teks tersebut dengan langkah-langkah yang sistematis, seperti menentukan ide konten, proses produksi, hingga strategi mengunggah konten ke media sosial. Ketika teks selesai, setiap kelompok mengirimkan satu perwakilan untuk mempresentasikan hasil kerja mereka.
Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang relevan dan bermakna bagi siswa. Mereka tidak hanya mempelajari etika wawancara dan penyusunan teks prosedur, tetapi juga mendapatkan wawasan tentang etika penggunaan internet, cara membuat konten yang bermanfaat, dan cara mengenali konten hoaks. Selain itu, siswa belajar bahwa teknologi, jika dimanfaatkan dengan baik, dapat menjadi alat yang kuat untuk menyebarkan informasi yang bermanfaat dan membantu banyak orang.
Dari pengalaman bersama Kak Gerry, siswa Primary 5 menyadari pentingnya komunikasi yang efektif, pemanfaatan teknologi secara positif, dan kerja kolaboratif. Aktivitas ini tidak hanya mengasah keterampilan bahasa mereka, tetapi juga mendorong mereka untuk berpikir kritis, berkomunikasi dengan baik, dan memahami tanggung jawab sosial di era digital. ***





