Anton Kim

guru visual arts

Nama saya Anton Kim, lulusan Fakultas Bahasa dan Sastra Inggris Satya Wacana, Salatiga. Hobi saya banyak sekali, antara lain makan, bermain bola, baca komik dan juga menggambar. Saya senang menggambar sedari kecil; bisa dilihat dari dinding rumah saya yang penuh dengan coretan gambar. Saya sudah bekerja di FIS selama kurang lebih 10 tahun. Saat ini saya mengajar Visual Arts di level P4-P6 dan Secondary.

Saya sangat menyukai mengajar Visual Arts (VA). Visual Arts membuat wawasan dan creative critical thinking saya bertambah luas. Selain itu VA juga membuat hati saya senang. Banyak yang bertanya-tanya, sebetulnya Visual Arts itu apa? Mengapa belajar VA bisa menyebabkan siswa bertambah kreatif, pintar, bisa berpikir runtut dan logis? Begini ceritanya.

Secara umum Visual Arts adalah seni yang dapat dinikmati dengan indra penglihatan (mata). VA ada dua jurusan, yaitu seni dua dimensi dan seni tiga dimensi. Kalau seni dua dimensi, meliputi garis, cahaya, warna, bentuk, dan gerak. Misalnya seni lukis, seni grafis, dan sinematografi. Kalau seni tiga dimensi, meliputi ruang dan wujud yang bisa dicoba. Misalnya, seni patung, arsitektur, seni tari, dan pantomim. Nah di FIS saya mengajar VA seni lukis dan seni grafis. Saya tidak bisa menari karena sudah ada ahlinya yaitu Mr Imin. Silakan melihat profil dia yang keren.

Saat anak akan membuat gambar Candi Borobudur, dia harus melakukan riset dulu. Siswa harus mengamati dulu ciri-cirinya, apa kekuatan visualnya, sejarahnya, tempat dan lokasinya, dst. Mengapa harus demikian, supaya Candi Borobudur yang digambar akurat, meskipun masih dalam bentuk sketsa. Jangan sampai saat siswa diminta menggambar Candi Borobudur yang digambar Candi Prambanan. Gawat.

Sejak kecil, anak-anak FIS sudah dibiasakan dan dibesarkan melakukan riset kecil-kecilan. Supaya kelak menjadi pemuda pemudi yang tidak percaya hoax. Meskipun VA adalah pelajaran seni, namun proses penciptaanya menggunakan kemampuan pikir yang tajam. Keren kan?

Saya bahagia saat anak-anak antusias mencari data lalu membuat sketsa dengan gaya mereka masing-masing. Saya puas saat melihat anak-anak bereksperimen dengan warna kesukaan mereka. Tentunya saya bangga saat anak-anak mampu memadukan bentuk-bentuk hingga menjadi karya yang artistik.

Dalam mengajar saya selalu berusaha memberikan yang terbaik, fun dan meaningful. Perencanaan kegiatan yang matang, materi yang sederhana dan komunikasi yang baik selalu saya kedepankan.

Saya sangat menikmati pekerjaan saya di FIS dari awal mulai bekerja hingga hari ini. FIS adalah sebuah sekolah yang berbeda dan unik menurut saya. FIS tidak hanya fokus memberikan mutu pendidikan yang terbaik bagi muridnya, tetapi juga memfasilitasi guru untuk selalu memperbaharui tehnik mengajarnya agar semakin mumpuni. Bila guru mumpuni pasti anak-anak lebih mumpuni.

Hal positif lainnya adalah suasana kekeluargaan yang sangat kental. FIS dihuni oleh pimpinan, staf dan teman-teman guru yang gokil. Saling bertukar pendapat, berdiskusi, menghargai satu sama lain, bersenda gurau namun tetap profesional. FIS sudah seperti rumah sendiri bagi saya. Saya sangat bersyukur dan bangga bisa menjadi bagian dari FIS.