What's New

Secondary 1 – IPS Outdoor Learning: Cinta Sejarah Cinta Bangsa

Secondary 1 – IPS Outdoor Learning: Cinta Sejarah Cinta Bangsa

Siswa Secondary 1 belajar mengenali lingkungan melalui pengalaman nyata. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membangun kesadaran dan kepedulian terhadap daerah asal, khususnya pada diri siswa-siswi Secondary 1. Melalui pengamatan dan interaksi dengan pihak pengelola museum, siswa diharapkan dapat meneladani nilai positif yang diupayakan untuk menjaga dan melestarikan peninggalan serta nilai-nilai sejarah K.H. Samanhudi.

Strategi ini dimulai dengan Pemberian Materi dan Riset Sederhana, yang berfungsi sebagai fondasi pengetahuan kontekstual. Siswa Secondary 1 akan menerima materi ringkas mengenai sejarah, peran, dan nilai-nilai perjuangan KH. Samanhudi. Tahap ini segera diikuti dengan riset mandiri atau kelompok melalui pencarian online terarah untuk memperdalam pemahaman siswa. Setelah itu, pengalaman belajar diperkuat melalui kunjungan nyata ke museum, yang mana observasi langsung dan interaksi dengan pengelola menjadi sarana untuk memvalidasi dan memperkaya data riset, mengubah informasi menjadi pengetahuan yang bermanfaat. Melalui kunjungan ini, siswa Secondary 1 belajar menanamkan rasa kepemilikan (sense of belonging) yang kuat terhadap lingkungan sekitar dimulai dari hal-hal sederhana sebagai fondasi untuk menumbuhkan kesadaran siswa sebagai generasi penerus dan pelestari budaya serta nilai perjuangan yang diwariskan oleh tokoh pergerakan nasional.

Sebagai tugas akhir dari kegiatan ini dan untuk mengukur pemahaman yang didapat adalah Membuat Karya Kreatif. Siswa ditugaskan untuk mengolah temuan riset dan nilai-nilai teladan KH. Samanhudi ke dalam format kreatif, seperti poster digital, vlog dokumenter singkat, comic strip edukatif, atau karya kreatif lainnya. Produk kreatif ini berfungsi sebagai media demonstrasi pemahaman yang menuntut siswa untuk menganalisis secara sederhana dan mengomunikasikan nilai-nilai yang telah dipelajari dengan cara yang relevan bagi mereka. Siklus pembelajaran ditutup dengan Evaluasi dan Refleksi, di mana siswa diajak merefleksikan proses belajar mereka dengan mengidentifikasi nilai apa yang paling berkesan dan bagaimana mereka akan menerapkan dalam konteks kehidupan sekolah atau komunitas mereka. ***

Discover more from Focus Independent School

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading