
Secondary 1 – Bahasa Indonesia: Berbagi Pengalaman tentang Berita Hoaks
Siswa Secondary 1 mempelajari tentang teks berita. Salah satu subtopik yang dibahas adalah mengenai fenomena berita hoaks yang makin marak beredar di media. Hal ini merupakan bentuk literasi digital yang bisa diberikan kepada siswa agar terhindar dari berita palsu dari berbagai media. Dalam topik ini, siswa mendapatkan pemahaman tentang pengertian, ciri-ciri, dampaknya, dan cara mencegah penyebaran berita hoaks.
Dalam pembelajaran, anak-anak diberi kesempatan untuk membagikan pengalaman mereka terkait berita hoaks. Mereka menceritakan tentang jenis hoaks yang mereka terima dan apa yang dilakukan untuk mengatasi berita tersebut. Beberapa anak pernah menerima dan mendapati penyebaran berita hoaks melalui berbagai media, antara lain Whatsapp, selebaran, pesan, Instagram, dll.
Ketika menerima berita hoaks, mereka sempat tergoda untuk percaya dan merasa terprovokasi. Namun, mereka menyadari dan berupaya untuk mengonfirmasi serta bertanya kepada orang dewasa yang lebih tahu sehingga bisa terhindar dari kejahatan berita hoaks. Setelah belajar materi ini, mereka diharapkan menjadi lebih tahu cara mengenali dan mengatasi berita hoaks.
Dalam kehidupan sehari-hari, siswa diharapkan semakin terlatih untuk berpikir kritis, memiliki kesadaran untuk mengecek kebenaran suatu informasi, tidak mudah terprovokasi dengan berita yang beredar, dan mampu memilih sumber informasi yang akurat. Mereka juga bisa mengambil peran untuk tidak menjadi penyebar berita hoaks dan justru bisa ikut memutus penyebarannya. ***




