What's New

Primary 6 – Bahasa Indonesia: Praktik Wawancara

Primary 6 – Bahasa Indonesia: Praktik Wawancara

Di Pelajaran Bahasa Indonesia, siswa kelas VI belajar tentang wawancara dengan topik diplomasi lunak dan penerapannya. Materi ini melatih kemampuan siswa dalam berkomunikasi menyampaikan pertanyaan untuk menggali informasi mengenai suatu hal. Tidak hanya itu, siswa juga berlatih merencanakan daftar pertanyaan yang akan disampaikan saat wawancara yang bertujuan supaya percakapan tetap on track dan pertanyaan yang disampaikan benar-benar bertujuan untuk menggali informasi yang dimaksud. Untuk itu, pembelajaran dilakukan melalui pemberian teori maupun praktik wawancara.

Awalnya guru mereview pemahaman mereka tentang wawancara dengan tanya jawab. Lalu guru menjelaskan ulang definisi, hal yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan sesudah wawancara. Selain itu, guru juga memutar sebuah video talk show supaya siswa mengetahui bagaimana cara mewawancarai narasumber yang benar, mulai dari kontak mata, mencatat jawaban narasumber, bagaimana mengimprovisasi pertanyaan, dan memberi salam sebelum dan sesudah wawancara. Setelah itu, siswa diminta untuk mewawancarai teman sekelas mengenai hobi dan menuliskannya dalam bentuk laporan wawancara. Lalu siswa dibagi ke dalam 5 grup. Setiap grup harus membuat sejumlah pertanyaan berdasarkan topik yang sudah ditetapkan oleh guru. Di pertemuan berikutnya, mereka melakukan wawancara dengan mahasiswa intern dari Universitas Sanata Dharma yang sedang belajar di SD FIS. Hasil wawancara tersebut dijadikan infografik sebagai hasil laporan wawancara. Para siswa melakukannya dengan antusias karena pada kesempatan ini pertama kalinya mereka bertemu dengan narasumber mereka.

Materi wawancara tidak hanya belajar tentang teori saja, namun siswa perlu mempraktikkannya supaya semakin terasah ketrampilan komunikasinya. Tidak hanya itu, siswa pun belajar merencanakan daftar pertanyaan yang tepat untuk menggali informasi dengan lengkap, serta belajar untuk berani bertanya pada narasumber yang belum pernah ditemui, seperti mahasiswa Sanata Dharma. Selain itu, mereka juga belajar bagaimana harus bersikap sopan saat bertemu dan menyapa narasumber.

Mengasah ketrampilan dengan mempraktikannya secara langsung akan menambah pengalaman belajar siswa semakin kaya dan bermakna. Selain itu, ada nilai-nilai yang diasah dalam pembelajaran ini antara lain ketrampilan berkomunikasi, keberanian, kepercayaan diri, kerja sama, dan mampu mengaplikasikan materi tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Ketrampilan dan nilai-nilai tersebut akan sangat berguna di masa depan mereka kelak. ***

Discover more from Focus Independent School

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading