Miss Risti Rindu Setengah Mati

oleh yuniar eka risti

Penyebaran virus Covid 19 semakin meluas. Sekolah di seluruh Indonesia diharuskan melakukan kegiatan pembelajaran di rumah. Awalnya diperkirakan hanya selama 14 hari, namun hingga kini masih berlangsung.

Keceriaan anak dan tawa riang di sekolah seketika sirna. Tidak ada lagi teriakan-teriakan nyaring, langkah-langkah kaki yang terburu-buru, pengaduan-pengaduan yang menggemaskan, isakan tangis, dan suara ramai piring dan sendok di meja makan.

Saya ingat betul suasana di sekolah sebelum terjadi pandemi. Anak-anak tidak pernah kehilangan semangat belajar. Mereka selalu antusias menjawab pertanyaan-pertanyaan, berlomba memenangkan game, tertib mengikuti aturan kelas, pintar mengemukakan pendapat. dan percaya diri kalau diminta presentasi di kelas.

Saya rindu murid-murid P1. Saya ingin merasakan kembali suasana di multifunction court. Saya ingin melihat mereka bermain sepak bola, badminton, kejar-kejaran, atau sekedar berdiri tegak di lapangan yang panas. Saya rindu memotivasi murid-murid saya untuk menghabiskan makan siangnya. Saya ingin segera menemani mereka ngobrol di meja makan dan main tebak-tebakan. Saya juga ingin secepat mungkin menggandeng tangan mereka menuju ke lantai 3 untuk membaca buku di perpustakaan.

Ada banyak kisah di sekolah. Bukan sekedar kisah rutinitas, tetapi pengalaman yang mengikat hati antara murid-murid, guru, kepala sekolah, dan semua orang yang ada di FIS. Hal-hal kecil yang terjadi setiap hari di sekolah seketika berubah menjadi hal yang mewah dan langka untuk saat ini.

Rindu saya sudah tak terbendung. Saya belajar banyak tentang resilience dari anak-anak. Kok bisa ya setelah bertengkar hebat, dalam hitungan menit mereka berbaikan dan bermain kembali. Seolah-olah tidak pernah terjadi peristiwa apapun.

Saya juga belajar banyak tentang arti persahabatan dari murid-murid saya. Ketika ada teman yang jatuh dan terluka, mereka membantu mengobati. Ketika ada yang bersedih, mereka saling menghibur. Ketika ada yang merayakan kemenangan, mereka saling memberi selamat. Hidup mereka dipenuhi cinta kasih yang melimpah. Saya harus meniru sikap tulus mereka.

SAYA MENYAYANGI KALIAN SEMUA MURID-MURIDKU TERSAYANG. MISS RISTI RINDU SETENGAH MATI.

Semua kisah yang terjadi di sekolah membuat saya semakin sadar bahwa murid-murid adalah bagian penting dalam hidup saya.. ***