
Secondary – Imlek Assembly: Membangun Kebersamaan Lewat Edukasi dan Kreativitas
Suasana kemeriahan Tahun Baru Imlek menyelimuti area Cambridge pada Rabu, 25 Februari 2026. Seluruh siswa Secondary berkumpul dengan mengenakan busana bernuansa merah dan kuning, menciptakan pemandangan khas cheongsam dan changshan yang mendominasi ruangan. Dengan tema “Let’s Celebrate Chinese New Year With Fun & Meaningful Activities”, acara ini berhasil memadukan unsur tradisi dengan semangat kolaborasi siswa antar level.
Kegiatan diawali dengan sesi edukasi yang mendalam. Para siswa diajak menyaksikan pemutaran video mengenai asal-usul Imlek dan potret perayaannya di Tiongkok. Tak hanya sekadar menonton, pemahaman siswa diperkuat melalui pertunjukan drama “Asal-usul 12 Shio” yang dibawakan secara kolaboratif oleh siswa level S1, S2, dan S3. Melalui rangkaian ini, siswa tidak hanya mengetahui apa yang terjadi di masa lalu, tetapi juga memahami mengapa tradisi tersebut tetap dilestarikan hingga saat ini sebagai identitas budaya yang kaya.
Unsur kreativitas menjadi daya tarik utama dalam assembly kali ini. Berbagai penampilan seni ditampilkan, mulai dari seni tari, seni musik, hingga lomba desain angpao dan kartu ucapan. Pada sesi lomba desain, siswa ditantang untuk berpikir lebih mendalam. Mereka tidak hanya membuat desain yang indah secara estetika, tetapi juga harus mampu menjelaskan makna dan filosofi di balik pemilihan simbol, warna, dan tata letak yang mereka gunakan sesuai dengan rubrik penilaian.
Lebih dari sekadar perayaan, kegiatan ini dirancang untuk membangun nilai-nilai kebersamaan, kolaborasi, dan kerja sama. Dengan keterlibatan aktif setiap siswa—baik sebagai panitia, pemeran drama, dekorator, hingga tim dokumentasi—acara ini menjadi wadah refleksi diri mengenai pentingnya menghargai keberagaman. Diharapkan, pengalaman mengelola acara berskala besar ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi siswa dalam mengasah keterampilan kepemimpinan (leadership) dan mempererat hubungan persaudaraan antar level di lingkungan sekolah.





