Dalam L-fest kali ini, P5 mengadakan turnamen dakon selama dua hari. Pertandingan antarsiswa sekelas dilakukan pada hari Rabu, 11 Juni, dilanjutkan dengan final antarjuara tiap kelas pada hari Jumat, 13 Juni.
Dakon merupakan salah satu permainan tradisional yang sebelumnya telah mereka kenal dalam pelajaran IPS. Turnamen dakon ini diawali dengan pertandingan antarteman untuk tiap kelas. Setelah ditentukan lawan tiap ronde, setiap siswa akan bermain dakon sampai semua biji masuk ke dalam lumbung atau waktu satu ronde habis. Tahapan turnamen antarteman diawali dengan babak penyisihan, kuarterfinal, semifinal, hingga final sampai satu siswa menjadi juara di kelasnya. Tiap kelas kemudian mengirimkan juaranya untuk bertanding antarkelas sampai didapatkan juara turnamen.
Setelah turnamen dakon, para siswa membuat komik sebagai bentuk refleksi. Mereka menemukan apresiasi baru dalam permainan diluar permainan digital dan olahraga. Melalui turnamen ini, mereka belajar dalam membuat strategi dan berpikir lebih jauh untuk menemukan solusi paling tepat dalam meraih juara. Selain itu, mereka juga belajar untuk berlapang dada dan sportif jika mereka tidak lolos ke babak berikutnya.
Turnamen ini menjadi bekal untuk siswa-siswa P5 dalam membangun rasa bangga mereka terhadap budaya Indonesia. Ke depannya mereka tidak hanya akan menemukan lebih banyak budaya Indonesia, tetapi juga berbagai kompetensi yang harus mereka hadapi. Dari turnamen dakon sederhana ini, siswa dapat membangun skill-skill yang mereka butuhkan untuk menghadapi tantangan dan kebudayaan berikutnya. ***
