Pada kegiatan outdoor learning ke Dinas Lingkungan Hidup, siswa mengenal kembali jenis-jenis sampah dan cara memilahnya dengan benar. Siswa mendengarkan penjelasan dari petugas DLH tentang sampah organik dan anorganik, kemudian menyebutkan contoh-contohnya berdasarkan hasil pengamatan. Melalui kegiatan ini, siswa mampu mengingat informasi dasar tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkannya dalam aktivitas sederhana sehari-hari.
Siswa tidak hanya mengingat informasi, tetapi juga mempraktikkan keterampilan memilah sampah secara langsung bersama petugas Dinas Lingkungan Hidup. Mereka mengamati lingkungan sekitar, lalu mengelompokkan sampah berdasarkan jenis sampah yang tepat. Kegiatan ini membantu siswa memahami hubungan antara kebiasaan membuang sampah dengan kebersihan lingkungan sehingga konsep yang dipelajari menjadi lebih bermakna.
Melalui diskusi dan refleksi setelah kegiatan outdoor learning , siswa mulai menganalisis dampak sampah terhadap kesehatan dan lingkungan sekitar. Siswa diajak berpikir kritis tentang alasan mengapa sampah perlu dipilah serta bagaimana kerja sama dapat membantu menjaga kebersihan lingkungan sekolah maupun rumah. Dari hasil pengamatan, siswa kemudian menuliskan kalimat ajakan dan membuat kampanye sederhana sebagai bentuk solusi nyata untuk meningkatkan kepedulian lingkungan.
Pengalaman belajar di Dinas Lingkungan Hidup dilanjutkan melalui “Proyek Mini Kelas Bersih” dan kampanye “Sayangi Lingkungan” di sekolah. Dalam kegiatan ini, siswa menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh untuk merancang aksi nyata menjaga kebersihan kelas selama beberapa hari. Siswa melakukan refleksi diri, bekerja sama dalam kelompok, serta menunjukkan perubahan perilaku melalui kebiasaan menjaga lingkungan secara konsisten. Proses ini membantu siswa membangun kesadaran jangka panjang dan tanggung jawab terhadap lingkungan di kehidupan sehari-hari.
