Siswa EY2 belajar suku kata dalam pelajaran Bahasa Indonesia melalui kegiatan yang dikemas dengan cara menyenangkan. Sebelum menulis, guru memperkenalkan teknik pernapasan sederhana sebagai sarana untuk mengelola emosi. Dalam permainan ini, arah tulisan menjadi panduan: jika garis mengarah ke atas, siswa menarik napas; jika ke bawah, mereka menghembuskan napas; dan jika menyamping, mereka menahan napas sejenak. Latihan ini membantu anak-anak lebih fokus dan siap mengikuti kegiatan berikutnya.
Setelah itu, guru mengajak siswa menggambar benda sesuai imajinasi mereka di papan menggambar yang ada di dinding sekolah. Mereka bebas memilih gambar yang ingin dibuat, mulai dari benda sederhana seperti bola atau buku hingga gambar yang lebih kreatif seperti hewan, misalnya rusa dan sapi atau makanan seperti soto dan roti. Setelah menggambar, anak-anak menuliskan suku kata yang kemudian disusun menjadi kata utuh. Proses ini mengasah keterampilan motorik halus sekaligus memperkuat pemahaman mereka tentang bunyi dan susunan suku kata.
Melalui perpaduan permainan pernapasan dan kegiatan menulis di papan gambar, anak-anak tidak hanya berlatih membaca, dan menulis, tetapi juga belajar mengendalikan emosi, memusatkan perhatian, serta menyalurkan ekspresi diri secara positif. Pengalaman ini semakin bermakna ketika mereka berani menampilkan karya, menghargai hasil teman, dan menikmati bahwa belajar bahasa Indonesia bisa menjadi proses yang menyenangkan dan bermakna. ***
