Pada tanggal 5 Juni 2025, siswa Secondary 2 melaksanakan Outdoor Learning Program (OLP) mengunjungi beberapa tempat bersejarah di Kota Surakarta yaitu: Monumen Banjarsari, Patung Slamet Riyadi, dan Gedung Juang bersama tim Soerakarta Walking Tour.OLP kali ini ada dalam rangkaian Learning Project pada fase Look, Listen and Learn dan Ask Tons of Questions. Fokus kegiatan ini menyasar pada pemahaman siswa yang tepat mengenai relevansi nilai-nilai sejarah dengan konteks implementasi kehidupan nyata yang dapat menumbuhkan sikap respek, resiliensi, dan pentingnya kolaborasi dalam memecahkan masalah
Di Monumen 45 Banjarsari, siswa belajar mengenai perjuangan masyarakat Surakarta dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui peristiwa Serangan Umum Surakarta. Siswa mendapatkan penjelasan komprehensif dengan observasi langsung pada relief yang mengelilingi Monumen 45 tersebut. Selanjutnya, siswa berkunjung ke lokasi yang juga sangat ikonik di Surakarta yaitu Patung Slamet Riyadi di area Gladak. Siswa belajar mengenai kepemimpinan dan keberanian sosok Slamet Riyadi sebagai pahlawan nasional yang menegakkan kedaulatan Indonesia dengan menumpas pemberontakan. Lokasi terakhir dari OLP ini adalah di Gedung Juang yang tepatnya berada di daerah Kedung Lumbu, Pasar Kliwon. Di tempat tersebut siswa belajar tentang Laskar Putri Solo yang mana ikut serta secara aktif berjuang melawan penjajah.
Siswa menikmati proses belajar dari satu lokasi ke lokasi yang lain dengan penuh semangat dan antusiasme. Mereka memperhatikan penjelasan yang diberikan oleh tim Soerakarta Walking Tour dan tidak segan untuk bertanya untuk mendapatkan penjelasan yang lebih menyeluruh. Siswa juga disediakan waktu untuk menyelesaikan tugas dan merefleksi kegiatan yang telah mereka alami. Informasi yang siswa dapatkan akan diolah untuk mengerjakan proyek lanjutan pada fase LAUNCH berikutnya.
Belajar dari sejarah bukan hanya tentang masa lalu dan mengenal tokoh-tokoh yang berjasa untuk bangsa dan negara. Melalui kegiatan OLP semacam ini, siswa distimulasi secara mendalam untuk memahami identitas dan budaya lokal, serta menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotisme. Tak hanya itu, siswa perlu memahami pula relevansi dari nilai sejarah yang bisa mereka terapkan untuk merespons tantangan masa kini dan masa depan.
